Logo MAN 2 Ponorogo
BEJI SIRAH KETENG
sign_language
/
Katalog Kronik Sejarah • Reg. Prasasti D 33 / D 172 / GEO-STRATA: 07°58'S 111°29'E • KRAJAN, BEDINGIN, SAMBIT

KRONIK PERADABAN
BEJI SIRAH KETENG

Dari penerbitan Prasasti Sirah Keting (1204 M) oleh Prabu Sri Jayawarsa Digjaya Sastra Prabu (trah Dinasti Isyana Medang), jejak petirtaan suci berhulu mata air alami di Bhumi Wengker, dinamika Babad Ponorogo era Adipati Suryangalam vs Batara Katong, era keemasan wisata rakyat abad ke-20, temuan bata merah raksasa 2016, hingga preservasi digital fotogrametri 3D September 2026 oleh peneliti MAN 2 Ponorogo.

Rentang Stratigrafi 822+ TAHUN DOKUMENTATIF
Piagam Tertua 1204 M Prasasti Sirah Keting
Preservasi Terkini September 2026 Riset MAN 2 Ponorogo
5 Fase Kronologi Faktual NARASUMBER: PAK JARNO
Fase I • Piagam Prasasti Sirah Keting 1126 Saka (1204 M)

Penerbitan Prasasti Sirah Keting & Hak Sima Swatantra

Tahun 1126 Saka (1204 Masehi), Raja Prabu Sri Jayawarsa Digjaya Sastra Prabu menerbitkan piagam batu Prasasti Sirah Keting. Piagam ini menetapkan anugerah status Sima Swatantra (daerah perdikan otonom bebas pungutan pajak kerajaan) serta hak-hak istimewa kepada tokoh lokal bernama Marjaya (bergelar atapatigh) atas kesetiaan dan pengabdiannya.

Prabu Sri Jayawarsa adalah cucu kandung Raja Dharmawangsa Teguh (Medang Mataram Kuno di Jawa Timur), trah Dinasti Isyana (Mpu Sindok), serta berkerabat dengan Prabu Airlangga. Beliau memerintah wilayah Madiun, Ponorogo, dan sekitarnya secara berdampingan damai dengan Kerajaan Kediri era Raja Kameswara. Nama asli situs ini sebagaimana terpahat dalam prasasti adalah "Sirah Keting".

verified
Arsip Museum Nasional No. Reg. D 33 / D 172 Prasasti batu beraksara dan berbahasa Jawa Kuno ditemukan di area Beji menyatu dengan reruntuhan candi, kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta.
Situs Prasasti Sirah Keting 1204 Masehi di Beji Sirah Keteng
PIAGAM SIMA: 1126 SAKA
EPOCH.01 // PRASASTI 1204 M
MUSEUM NASIONAL D 33
Pertarungan Suryangalam & Asal-Usul Nama Sirah Keteng
KORPUS SEJARAH: BABAD PONOROGO
EPOCH.02 // BABAD PONOROGO
TOPONIMI SIRAH KETENG
Fase II • Dinamika Babad Ponorogo Abad XV – XVI M

Pertarungan Suryangalam & Asal-Usul Nama Sirah Keteng

Transkrip Babad Ponorogo mencatat pertempuran sengit antara tokoh legendaris Suryangalam (Ki Ageng Gribig) melawan Raden Batara Katong yang didampingi Patih Seloaji dan Ki Ageng Mirah. Terdesak di perbukitan Bancingan (yang melahirkan toponimi Belik Bacin karena air belik berbau anyir darah), pertarungan berlanjut ke arah selatan hingga ke bawah naungan pohon beringin raksasa petirtaan Beji.

Di lokasi inilah leher Suryangalam tertebas senjata pusaka hingga kepalanya terpenggal dan jatuh ke dalam air sendang Beji. Kepala yang terendam menimbulkan aroma busuk menyengat (ledeng-ledeng), melahirkan toponimi lisan "Sirah Keteng" (kepala yang terpenggal). Sementara itu, tubuh tanpa kepala (gembung) dikisahkan tetap berdiri dan terus berlari menuju Gunung Dlokor (Tladan, Mlarak) menghadap danyang leluhur Nyi Kurek.

Narasumber Lisan Pak Jarno (Kamituwa / Purna Pamong)
Toponimi Terkait Belik Bacin & Gn. Dlokor
Fase III • Pembangunan Plesengan & Wisata Rakyat 1971 – 1980-an

Tanggul Batu 1971 & Masa Keemasan Destinasi Beji

Pada tahun 1971, pemerintah desa bersama masyarakat Bedingin melakukan penataan fisik pertama dengan memasang plesteran tanggul batu keliling (plesengan) di dinding kolam sendang Beji secara bertahap untuk menjaga debit air alami dan mencegah abrasi tanah pematang.

Periode 1970 hingga 1980-an menjadi era keemasan Beji Sirah Keteng sebagai pusat destinasi wisata rakyat, rekreasi keluarga, pemandian alam terbuka, dan kolam renang favorit warga. Lapangan situs Beji juga tercatat pernah menjadi lokasi kegiatan budayawan nasional Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan seniman komedian Tukul Arwana. Pasca 1980-an, keterbatasan dana perawatan desa membuat sarana fisik mulai aus dan pengunjung berangsur menurun.

villa
Fasilitas Bangunan Wisata Model 3D fasilitas pariwisata kawasan sendang
Tanggul Batu 1971 & Masa Keemasan Destinasi Beji
MEMORI KOLEKTIF: ERA KEEMASAN WISATA 1970–1980-AN
MODE FOTO MEMORI
EPOCH.03 // PLESENGAN 1971
KRAJAN, BEDINGIN
Pengerukan 2016 & Temuan Bata Merah Raksasa Kuno
TEMUAN LAPANGAN: PENGERUKAN 2016
EPOCH.04 // EKSKAVASI 2016
FONDASI BATA KUNO
Fase IV • Renovasi Kolam & Ekskavasi Bata Kuno 2011 – 2016 M

Pengerukan 2016 & Temuan Bata Merah Raksasa Kuno

Pada kurun waktu sekitar tahun 2011, proyek renovasi plesengan dinding kolam Beji dilaksanakan untuk kali terakhir sebelum dinding penahan kembali rapuh dimakan usia dan tekanan rembesan air mata air alami.

Penemuan arkeologis penting terjadi pada tahun 2016 saat pengerukan intensif endapan lumpur dasar kolam pemancingan Beji dilakukan. Penggalian tersebut menyingkap sebaran lapisan pondasi dan bongkahan batu bata merah kuno berdimensi sangat besar tepat di depan arca Kalamakara. Temuan fisik ini membuktikan adanya struktur bangunan candi atau petirtaan masa klasik Jawa yang terpendam di bawah air.

architecture
Verifikasi Arkeologis Lapangan Bata merah tebal masif di dasar kolam menjadi bukti material bahwa arca Kalamakara bukan artefak terisolasi, melainkan bagian dari kesatuan kompleks candi/petirtaan air purbakala.
Fase V • Dokumentasi & Preservasi Digital SEPTEMBER 2026

Digitalisasi Fotogrametri 3D Riset MAN 2 Ponorogo

Menyikapi ancaman degradasi fisik batuan andesit, rusaknya plesengan kolam, dan belum adanya dokumentasi tertulis resmi di tingkat desa, tim peneliti muda MAN 2 Ponorogo (Annisa Tri Yulianti, Auliya Fathiyyatul Maghfiroh, dan Ilham Rofi Anugrah) didampingi Reno Prasnianggara Al Risky serta dibimbing oleh guru sejarah Wiretno, S.Hum, Gr melaksanakan penelitian komprehensif pada September 2026.

Riset ini merekam wawancara sejarah lisan narasumber kunci Pak Jarno (purna tugas pamong / kamituwa Desa Bedingin 2024), mengklarifikasi mitos fiktif yang beredar, memetakan hidrologi terowongan air alami sejauh ±7 km menuju Kedung Lesung Rengnanom, serta membangun model 3D fotogrametri digital twin berpresisi tinggi arca Kalamakara yang dapat diakses publik luas.

view_in_ar BUKA MODEL 3D KALA
PRESERVASI DIGITAL MAN 2 PONOROGO
Digitalisasi Fotogrametri 3D Riset MAN 2 Ponorogo
PHOTOGRAMMETRY LIVE
MAN 2 PONOROGO // KORPUS DIGITAL 2026
SEPTEMBER 2026
BEDINGIN, SAMBIT
Tabel Komparasi Stratigrafi Faktual

Karakteristik Tipologi Sepanjang Zaman

Rentang transformasi peradaban Beji Sirah Keteng dari piagam batu 1204 M, toponimi babad, era plesengan dan wisata rakyat, temuan bata merah kuno, hingga korpus fotogrametri digital 2026.

1204 M (1126 Saka)

Prasasti Sirah Keting

Prabu Sri Jayawarsa (trah Isyana Medang) menetapkan Sima Swatantra otonom bebas pajak kepada Marjaya.

Material Kunci: Andesit Kawi (Reg. D 33)
Abad XV – XVI M

Babad Ponorogo

Duel Suryangalam vs Batara Katong, toponimi Sirah Keteng dari kepala terputus di Beji & tubuh ke Gn. Dlokor.

Material Kunci: Memori Lisan & Toponimi
1971 – 1980-an

Plesengan & Wisata

Pemasangan tanggul semen 1971, puncak era destinasi pemandian umum, kunjungan Cak Nun & Tukul Arwana.

Material Kunci: Plesengan Semen & Sendang
2011 – 2016 M

Temuan Bata Klasik

Renovasi 2011 & pengerukan kolam 2016 menyingkap sebaran bata merah raksasa pondasi candi di dasar sendang.

Material Kunci: Bata Kuno Masif Berukuran Besar
September 2026

Preservasi 3D MAN 2

Riset digitalisasi terpadu MAN 2 Ponorogo, fotogrametri 3D interaktif, verifikasi hidrologi 7 km, arsip desa.

Preservasi: 3D Digital Twin & Dokumen Ilmiah
museum
Eksplorasi Tahap Lanjutan

Lanjutkan Menjelajahi Cerita Rakyat (3 Versi)

Telusuri folklor lisan Kamituwa Jarno, versi Babad Ponorogo, dan narasi tutur masyarakat.