Logo MAN 2 Ponorogo
BEJI SIRAH KETENG
sign_language
/
KORPUS FOLKLOR & SEJARAH LISAN KODIKOLOGI: MS.SRH-084/PNR
ETNOGRAFI 3 PERSPEKTIF
EPIGRAF FOLKLOR 04 —— Klasifikasi Tradisi Lisan & Fakta

Hikayat & Kosmologi Sirah Keteng: Tiga Sudut Pandang Penuturan

Berdasarkan wawancara sejarah lisan dengan narasumber kunci Pak Jarno (purna tugas pamong / kamituwa Desa Bedingin 2024) serta riset lapangan MAN 2 Ponorogo (September 2026), narasi seputar Beji Sirah Keteng diklasifikasikan secara objektif ke dalam tiga ranah: peristiwa Babad Ponorogo, mitos pewayangan fiktif (disertai catatan kritis ilmiah), serta fakta arkeologis dan hidrologis riil.

+0.00 +1.00 -0.00 -1.00
Narasumber Sejarah Lisan Pak Jarno (Kamituwa / Purna Pamong 2024)
Korpus Naskah Babad Ponorogo & Tutur Bedingin
Status Folklor Sejarah Babad & Toponimi

Episode 1: Pertempuran Bukit Bancingan & Toponimi Belik Bacin

Kisah Babad Ponorogo mencatat duel sengit antara tokoh perkasa Ki Ageng Suryangalam (Ki Ageng Gribig) menghadapi perlawanan Raden Batara Katong yang didampingi Patih Seloaji dan Ki Ageng Mirah. Terkena pusaka sakti Batara Katong di perbukitan Desa Bancingan, Suryangalam jatuh terperosok ke dalam sumber air (belik) hingga airnya berbau anyir darah, melandasi toponimi daerah "Belik Bacin".

Episode 2: Duel di Bawah Pohon Beringin Raksasa Beji

Kendati terluka, kesaktian kanuragan Suryangalam membuatnya belum binasa. Ia menantang Batara Katong untuk mengejarnya (nututi) ke arah selatan. Keduanya bertemu dan kembali bertarung hidup-mati di bawah naungan pohon beringin raksasa di tepian mata air petirtaan Beji.

Episode 3: Terpenggalnya Leher, Bau Ledeng, & Toponimi Sirah Keteng

Dalam benturan ilmu pamungkas, leher Suryangalam tertebas senjata pusaka hingga kepalanya terputus dan terlempar masuk ke dalam sendang Beji. Kepala yang terendam di dasar air menimbulkan aroma busuk menyengat (ledeng-ledeng), melahirkan penamaan toponimi lisan "Sirah Keteng" (dari kata Jawa sirah berarti kepala, dan keteng berarti terpenggal atau tertebas).

Episode 4: Gembung Berlari Menghadap Nyi Kurek di Gunung Dlokor

Keajaiban mistik terjadi saat tubuh tanpa kepala (gembung) Suryangalam tetap tegap berdiri dan terus berlari kencang menerobos hutan menuju puncak Gunung Dlokor (kini wilayah Desa Tladan, Kecamatan Mlarak). Di bukit keramat tersebut, gembung dan kepala Suryangalam menyatu kembali saat menghadap sosok danyang leluhur Ponorogo, Nyi Kurek.

Kutipan Lisan Babad Ponorogo • Dhandhanggula

"Sirah pedhot kecemplung ing toya Beji, ledeng mambet gandaning krodha, gembung lumayu tumuju Dlokor wukir, sowan marang Nyi Kurek danyang luhur..."

Terjemahan: "Kepala terpenggal jatuh ke dalam air Beji, aroma tajam menyengat menyelimuti sendang, tubuh tanpa kepala berlari menuju Gunung Dlokor, bersatu kembali menghadap Nyi Kurek sang danyang leluhur."

psychology_alt Analisis Geospasial Babad

Perjalanan Suryangalam membentuk segitiga toponimi kultural Ponorogo selatan: Belik Bacin (titik awal bentrok di utara), Beji Sirah Keteng (titik penggalan leher di sendang), dan petilasan Gunung Dlokor (titik rekonsiliasi kosmis gembung dengan Nyi Kurek).

history_edu Arsip Wawancara Pak Jarno (September 2026 • Arsip MAN 2 Ponorogo)
⌜
⌝
⌞
⌟
0.00 M • ELEVASI SENDANG +215 MDPL • 1.85 M
KALAMAKARA BSK-01
Relief Kepala Raksasa Kalamakara Beji Sirah Keteng
RESOLUSI TEKSTUR 8K MODE FOTO 2D
STATUS: AKTIF DIKERAMATKAN

Babad Ponorogo: Suryangalam

Duel sengit melawan Batara Katong di bawah beringin Beji, toponimi leher tertebas (Sirah Keteng) & tubuh berlari ke Gn. Dlokor.

explore Anotasi Lapangan Sakral SAMBIT • ZONE 49S
Dimensi Aktual Monolit 110–120 × 80–90 × 40–50 cm
Estimasi Massa ~1.200 kg (1,2 Ton)
Posisi Arca Selatan Jalan (Pindah 3x)
Tradisi Adat Tahunan Bersih Desa Bergilir

Catatan Peneliti: Berdasarkan kesaksian narasumber Pak Jarno (Kamituwa), arca Kalamakara telah berpindah letak 3 kali di area Beji. Saluran air bawah tanah alami terhubung secara hidrologis sejauh ±7 km menuju Kedung Lesung di Pegunungan Kidul Rengnanom.

verified
Riset Terverifikasi MAN 2 Ponorogo 2026 Dokumentasi sejarah lisan, penyaringan mitos fiktif, serta korpus fotogrametri 3D resmi.
museum
Eksplorasi Tahap Lanjutan

Lanjutkan Menjelajahi Monolit Utama 3D

Kaji struktur litologi, transliterasi prasasti Kawi, dan analisis petrografi.